Cerita dibalik detik-detik wafatnya rekan ku H.Yusuf Wahyudi April 2009
Label: Renungan
@chenk177
Label: Renungan
Label: Info Lainnya, Kesehatan [TIPS], Renungan
Label: Info Lainnya, Kesehatan [TIPS], Renungan
Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang
sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya
paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu
cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu
badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.Label: Renungan
Suatu malam, mama yang bangun sejak pagi bekerja keras sepanjang hari,
membereskan rumah tanpa pembantu. Jam tujuh malam mama menghidangkan makan malam
papa yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan
nasi. Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya
sedikit gosong!!! Saya melihat mama sedikit panik , tetapi tidak bisa berbuat
banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi
papa yang pulang kerja yang pasti sudah capek.... melihat makan malamnya tempe
dan telur gosong!!!Label: Renungan

Label: Renungan
Hampir setiap
orang dapat mengenali apakah seseorang di depannya homoseksual atau bukan hanya
dari wajahnya. Temuan ini memperkuat pendapat bahwa pikiran bawah sadar manusia
berperan penting dalam memandu perilakunya. Namun ternyata jari manusia dapat
lebih mengungkap lebih jauh tentang hubungan erat perilaku "gay"
seseorang.Label: Info Lainnya, Renungan
Sering kali kita akan secara otomatis meniup minuman yang masih panas dengan mulut kita sebelum kita meminumnya, benar tidak?? Hal ini dimaksudkan agar air panas tadi bisa sedikit lebih adem dan tidak membuat mulut kita kepanasan/melepuh.Label: Renungan
Hari ini Jumat tanggal 16 Maret 2012 jam 09:12AM saya mendapat email yang mengatas namakan Bank Mandiri [security@bankmandiri.co.id] dengan judul "VERIFIKASI AKUN SAYA"| Email yang mengatasnamakan Bank Mandiri |
| Link untuk verifikasi akun,..awas ini link jadi-jadian,..!!!! |
Label: Info Lainnya, Renungan
Konon dahulu ada seorang raja yang bijak dan beristrikan seorang permaisuri yang culas. Suatu hari raja ingin sekali makan ikan yang paling enak di negerinya, maka karena kegembiraannya memperoleh ikan yang dicarinya raja tersebut menghadiahi nelayan yang memperolehnya senilai 4,000 Dirham ( sekarang sekitar Rp 280 juta !).

Nelayan yang lugu ini-pun tidak ingin mengecewakan rajanya yang sangat dia hormati, dia berusaha menjelasan : “Sekali lagi mohon beribu maaf paduka, hamba harus mengambil yang satu keping ini dari bawah kaki permaisuri paduka bukan karena saya serakah. Tetapi di keping itu ada gambar paduka, gambar paduka saja saya tidak rela diinjak oleh permaisuri paduka – apalagi kewibawaan paduka di negeri ini !”
Melihat muka si permaisuri yang merah padam dan siap meledak lagi, sang raja yang bijak menasihati istrinya : “sudahlah permaisuriku, berhentilah bicara dan berhentilah menyulitkan rakyatku – karena bila engkau teruskan, setiap satu kesulitan yang engkau buat untuk rakyatku – tanganku tergerak tanpa bisa engkau cegah untuk memberinya 4,000 Dirham lagi !”.Label: Renungan
Label: Renungan